Jumat, 19 Oktober 2018




Sumber Data : http://referensi.data.kemdikbud.go.id/index21_tkra.php?kode=200000&level=1
Nama : Javier Dean P
NPM : 26117524
Kelas : 2KB05




Selasa, 07 Agustus 2018

CONTOH PROPOSAL PENULISAN ILMIAH


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan telah menunjukan perkembangannya dari waktu ke waktu, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan manusia berusaha membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Dahulu, ketika manusia ingin menuangkan isi pikirannya mereka menggoreskan berbagai macam simbol di atas sebongkah batu yang besar-besar karena pada zaman dahulu hanya teknologi seperti itu saja yang telah berkembang. Namun seiring dengan meninggkatnya kecerdasan manusia yang tidak pernah puas dengan segala penemuan di bidang ilmu pengetahuan khususnya berbasi sistem informasi dan teknologi yang telah dilakukan serta belajar dari kejadian pada masa lalu, sekarang manusia tidak perlu direpotkan kembali dengan permasalahan seperti itu. Manusia cukup mengolah datanya dengan menggunakan sebuah mesin yang bernama komputer kemudian data-data yang telah diolah tersebut dapat disimpan kedalam sebuah media penyimpanan yang mampu untuk menampung banyak data-data digital dan mudah untuk melakukan mobilitas.  
Perkembangan dunia ilmu pengetahuan ini khususnya bidang sistem informasi dan teknologi dapat diterapkan di sebuah Laboraturium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma khususnya pada bagian perpustakaan. Sebelum menggunakan aplikasi ini  dapat dikatakan belum terorganisir dengan baik, misalnya
a) Sebagian besar buku-buku perpustakaan tidak diberikan kode sebagai mana mestinya yangbertujuan sebagai pembeda dengan yang lainnya
b) Tata letak buku berada pada posisi yang tidak semestinya
c) Pencatatan setiap transaksi peminjaman buku yang masih menggunakan alat tulis dan buku besar
d)Tidak dikenakannya denda kepada peminjam yang terlambat mengembalikan buku sehingga ada beberapa buku-buku yang tidak kembali.
Atas dasar pemikiran tersebut penulis ingin membantu untuk memperbaiki tata cara pengolahan data-data perpustakaan di Laboraturium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan membuat aplikasi ini guna menggintegrasikan seluruh data–data yang ada menjadi satu kesatuan data yang terintregasi di dalam suatu database sehingga memudahkan pengguna untuk mengolah data yang telah ada.
1.2        Pembatasan Masalah
Aplikasi yang dibangun menggunakan analisa dan desain berorientasi objek dengan batasan sebagai berikut :
a) Fokus pembuatan aplikasi ini adalah penyediaan sumber informasi dalam buku-buku perpustakaan, pengadaan buku-buku perpustakaan dan layanan yang berhubungan dengan anggota, rancangan tampilan program dan database.
b) Aplikasi ini hanya memandang user ke dalam dua kelompok yaitu anggota dan petugas, jadi tidak membedakan petugas yang satu dengan yang lain.
c) Pembuatan aplikasi ini menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dengan basis data Microsoft Access

1.3    Tujuan Masalah
Pembuatan aplikasi ini bertujuan untuk membantu dan mempermudah calon peminjam buku untuk mendapatkan informasi tentang koleksi buku-buku perpustakaan juga untuk membantu para pengurus dalam menjalankan tugasnya di Laboraturium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma khususnya pada bagian perpustakaan.
                       
1.4    Metode Penelitian
Metode-metode yang telah dilakukan oleh penulis dalam melakukan penulisan ini, diantaranya adalah
a)      Metode Pustaka
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan ini melalui media cetak.
b)      Metode Lapangan
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan dengan mengambil data langsung dari tempat penelitian.

1.5    Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ilmiah ini berisi uraian singkat yang meneranggkan setiap babnya, yaitu terdiri dari empat bab yaitu:
Bab 1   PENDAHULUAN
menjelaskan secara garis besar permasalahan yang sedang dihadapi. Pada bab ini terdiri dari latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan.
Bab 2   LANDASAN TEORI
 menguraikan teori-teori yang mendukung pembuatan aplikasi ini, diantaranya adalah meliputi konsep database dan bahasa pemrograman yang digunakan untuk pembuatan aplikasi ini
Bab 3   PEMBAHASAN
 di sini dijelaskan analisa dan secara rinci mengenai rancangan tampilan, konsep database dan diagram alur aplikasi perpustakaan.



BAB II
KAJIAN TEORI


2.1 Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah kesatuan bentuk logika yang dipakai untuk analisa dan design database. ERD melengkapi penggambaran grafik dari struktur logika. Dengan kata lain ERD menggambarkan arti dari aspek data seperti bagaimana entity-entityatribute-atribute dan relationship-relationship disajikan. Sebelum membuat ERD, tentunya kita harus memahami betul data yang diperlukan dari ruang lingkupnya. Di dalam konsep pembuatan ERD perlu di perhatikan penentuan suatu konsep, apakah merupakan suatu entityatribute atau relationship.
2.2 Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan aplikasi.  Menentukan struktur navigasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat suatu aplikaisi. Ada empat macam bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi, yaitu :
2.2.1 Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang  berurut, yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada sruktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya.
2.2.2 Struktur Navigasi Non-Linier
Struktur navigasi non-linier atau struktur tidak berurut merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini  diperkenankan  membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur nonlinier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan nonlinier ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan Slave Page.
2.2.3 Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki biasa disebut struktur bercabang, merupakan suatu struktur yang mengandalkan  percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page (halaman utama pertama), halaman utama ini mempunyai halaman percabangan yang disebut Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page (halaman utama kedua), dan seterusnya. Pada struktur navigasi ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier.
2.2.4 Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu linier, non-linier dan hirarki. Struktur navigasi ini juga biasa disebut dengan struktur navigasi bebas. Struktur navigasi ini banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi yang memiliki banyak form karena struktur ini dapat digunakan dalam pembuatan website sehingga dapat memberikan ke-interaksian yang lebih tinggi.
2.3 Microsoft Acces
Microsoft Access adalah suatu aplikasi yang dapat membantu kita membuat sebuah aplikasi database dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya digunakan untuk pembuatan aplikasi-aplikasi yang kecil. Misalnya Program untuk Kasir di koperasi, penjualan untuk toko.
2.4 Microsoft Visual Basic 6.0
 Visual basic merupakan salah satu bentuk sarana pengembangan aplikasi (Software Developer) yang berbasis windows.’Visual’ cenderung mengarah kepada metode untuk membentuk GUI (Graphical User Interface), dengan kemudahan penempatan dan pembentukan objek pada layar tanpa menulis banyak baris program. Visual basic tidak hanya terdapat dalam bahasa pemrograman tersendiri, Microsoft Acces, serta terdapat beberapa aplikasi Microsoft lainnya. Dan Visual basic scripting edition (VBScript) juga telah banyak digunakan seperti dalam perancangan ASP (Active Server Page) dan merupakan subset dari bahasa pemrograman Visual basic.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1       Metode
Metode-metode yang telah dilakukan oleh penulis dalam melakukan penulisan ini, diantaranya adalah
1. Metode Pustaka
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan ini melalui media cetak.
2. Metode Lapangan
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan dengan mengambil data langsung dari tempat penelitian.
Penulisan Ilmiah ini disusun secara sistematis melalui beberapa tahap, yaitu:           
1. Pengumpulan data/informasi.
2. Perancangan struktur navigasi dan perancangan tampilan.
3. Pembuatan  aplikasi.
4. Publikasi aplikasi.
5. Pengujian aplikasi.

3.2. Tempat dan waktu penelitian
 Tempat penelitiam
Penilitian dilakukan di Perpustakaan Gunadarma Kampus penelitian.
Waktu penelitian
waktu pepenelitian dilakukan pada bulan April tahun 2016.

3.3 Instrument penilitan
          Instrument yang dilakukan yaitu menggunakan bentuk instrument tes. Instrument tes adalah tes yang berupa seretan pertanyaan, lembar kerja atau sejenisnya yang digunakan untuk mengukur pegetahuan, keterampilan, bakat, dan kemampuan.

           Analisis Data
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, setelah adanya aplikasi proses pencarian buku yang akan dipinjam oleh calon peminjam dirasa cukup cepat karena selain informasi-informasi berupa teks yang didapatkan tentang bukuselain itu juga disertakan gambar dari buku yang hendak dipinjam. Petugas perpustakaan yang bertugas dilapangan merasa lebih cepat dalam melakukan pengolahan data yang terjadi, setiap data yang disimpan ke dalam database harus disediakan backupnya, hal ini ditujukan apabila database master terkena suatu masalah yang tidak diinginkan.






DAFTAR PUSTAKA

Effendy, Onong Uchjana. Aplikasi Database Visual Basic 6.0. Madiun : Andi   
  dan Madcoms, 2003.
Hustinawati. Visual Basic Programming with SQL Server. Depok : Lepkom
  Universitas Gunadarma, 2003
Kusumo, Ario Suryo. Buku Latihan Pemrograman Visual Basic 2005.                                     
   Jakarta : PT Elex Media Komputindo, 2006
Pardosi, Mico. Microsoft Visual Basic 6.0. Surabaya : Dua Selaras, 2005.
URL:http://www.ilmukomputer.com/index.php
URL:http://www.seagatesoftware.com/index.asp


Sumber Proposal Ilmiah : http://tariajavainanda95.blogspot.com/2016/06/contoh-proposal-penulisan-ilmiah.html

Minggu, 29 Juli 2018

ANALISIS ARTIKEL




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia (Edison A. Jamli, 2005). Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, dan terutama pada bidang pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat dihindari kehadirannya, terutama dalam bidang pendidikan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Banyak sekolah di indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mulai melakukan globalisasi dalam sistem pendidikan internal sekolah. Hal ini terlihat pada sekolah – sekolah yang dikenal dengan billingual school, dengan diterapkannya bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin sebagai mata ajar wajib sekolah. Selain itu berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang membuka program kelas internasional. Globalisasi pendidikan dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar akan tenaga kerja berkualitas yang semakin ketat. Dengan globalisasi pendidikan diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar dunia. Apalagi dengan akan diterapkannya perdagangan bebas, misalnya dalam lingkup negara-negara ASEAN, mau tidak mau dunia pendidikan di Indonesia harus menghasilkan lulusan yang siap kerja agar tidak menjadi “budak” di negeri sendiri.
Persaingan untuk menciptakan negara yang kuat terutama di bidang ekonomi, sehingga dapat masuk dalam jajaran raksasa ekonomi dunia tentu saja sangat membutuhkan kombinasi antara kemampuan otak yang mumpuni disertai dengan keterampilan daya cipta yang tinggi. Salah satu kuncinya adalah globalisasi pendidikan yang dipadukan dengan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Selain itu hendaknya peningkatan kualitas pendidikan hendaknya selaras dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Dalam hal ini, untuk dapat menikmati pendidikan dengan kualitas yang baik tadi tentu saja memerlukan biaya yang cukup besar. Tentu saja hal ini menjadi salah satu penyebab globalisasi pendidikan belum dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Sebagai contoh untuk dapat menikmati program kelas Internasional di perguruan tinggi terkemuka di tanah air diperlukan dana lebih dari 50 juta. Alhasil hal tersebut hanya dapat dinikmati golongan kelas atas yang mapan. Dengan kata lain yang maju semakin maju, dan golongan yang terpinggirkan akan semakin terpinggirkan dan tenggelam dalam arus globalisasi yang semakin kencang yang dapat menyeret mereka dalam jurang kemiskinan. Masyarakat kelas atas menyekolahkan anaknya di sekolah – sekolah mewah di saat masyarakat golongan ekonomi lemah harus bersusah payah bahkan untuk sekedar menyekolahkan anak mereka di sekolah biasa. Ketimpangan ini dapat memicu kecemburuan yang berpotensi menjadi konflik sosial. Peningkatan kualitas pendidikan yang sudah tercapai akan sia-sia jika gejolak sosial dalam masyarakat akibat ketimpangan karena kemiskinan dan ketidakadilan tidak diredam dari sekarang.
1.2  Rumusan Masalah
Secara umum, rumusan masalah  pada karya tulis ilmiah “Dampak Globalisasi Terhadap Pendidikan” ini dapat dirumuskan seperti pada pertanyaan berikut.
1.                   Apa dampak dari globalisasi untuk dunia pendidikan?
2.                   Penyebab buruknya pendidikan di era globalisasi?
3.                   Cara penyesuan pendidikan di Indonesia pada era globalisasi?
1.3  Tujuan Penulisan
Karya tulis ilmiah ini dimaksudkan untuk membahas dampak globalisasi terhadap dunia pendidikan dan menambah ilmu pengetahuan mengenai globalisasi.
Dan diharapkan masyarakat bisa lebih memahami tentang arti penting globalisasi sehingga dampak negatif yang berimbas bisa leih diperkecil. Dan juga diharapkan agar realisasi kegiatan positif terhadap adanya pendidikan semakin lebih baik.
1.4.  Metode Penelitian
Metode yang Penulis gunakan adalah dengan menggunakan Pengumpulan data atau internet.
1.5. Kegunaan Penelitian
Kita bisa menjadi lebih tahu dampak globalisasi terhadap dunia pendidikan dan menambah ilmu pengetahuan mengenai globalisasi.
1.6 Sistematika Penelitian
Dalam bab ini. Sistematika yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan terdiri dari latar belakang penelitian, permasalahan, tujuan penelitian, metode penelitian dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II Berisi pembahasan tentang dampak globalisasi terhadap pendidikan.
BAB III Dalam bab ini dikemukakan tentang kesimpulan dan saran dari karya ilmiah yang berjudul dampak globalisasi terhadap pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengaruh  Globalisasi terhadap dunia Pendidikan
Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan globalisasi, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia, karena terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari mancanegara masuk ke Indonesia. Untuk menghadapi pasar global maka kebijakan pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, dan memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
Ketidaksiapan bangsa kita dalam mencetak SDM yang berkualitas dan bermoral yang dipersiapkan untuk terlibat dan berkiprah dalam kancah globalisasi, menimbulkan
Dampak positif dan negatif dari dari pengaruh globalisasi dalam pendidikan dijelaskan dalam poin-poin berikut:

Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia Pengajaran Interaktif Multimedia 
Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer. Apabila dulu, guru menulis dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar sederhana atau menggunakan suara-suara dan sarana sederhana lainnya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi. Sekarang sudah ada computer. Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar hidup, dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi.
Perubahan Corak Pendidikan
Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemen, UU Sisdiknas, dan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) setidaknya telah membawa perubahan paradigma pendidikan dari corak sentralistis menjadi desentralistis. Sekolah-sekolah atau satuan pendidikan berhak mengatur kurikulumnya sendiri yang dianggap sesuai dengan karakteristik sekolahnya. Kemudahan Dalam Mengakses Informasi Dalam dunia pendidikan, teknologi hasil dari melambungnya globalisasi seperti internet dapat membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjuauhan tempat tinggalnya.

Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia 
a) Komersialisasi Pendidikan 
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah dunia pendidikan dalam bukunya “Masa Depan Sempurna” bahwa tibanya perusahaan pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan. Salah satu ciri utamanya ialah semangat menguji murid ala Victoria yang bisa menyenangkan Mr. Gradgrind dalam karya Dickens. Perusahaan-perusahaan ini harus membuktikan bahwa mereka memberikan hasil, bukan hanya bagi murid, tapi juga pemegang saham.(John Micklethwait, 2007:166). .
b) Bahaya Dunia Maya 
Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah juga dapat memberikan dampak negative bagi siswa. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Contohnya, 6 Oktober 2009 lalu diberitakan salah seorang siswi SMA di Jawa Timur pergi meninggalkan sekolah demi menemui seorang lelaki yang dia kenal melalui situs pertemanan “facebook”. Hal ini sangat berbahaya pada proses belajar mengajar.
Ketergantungan 
Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computer dan internet dapat menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru. Sehingga guru ataupun siswa terkesan tak bersemangat dalam proses belajar mengajar tanpa bantuan alat-alat tersebut.

2.2 Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia
Diakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini adalah sistem pendidikan yang sekular-materialstik. Hal ini dapat terlihat antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang, dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi : Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, kagamaan, dan khusus dari pasal ini tampak jelas adanya dikotomi pendidikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan dikotomis semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia yang sholeh yang berkepribadian sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui penguasaan sains dan teknologi. Secara kelembagaan,
Sekularisasi pendidikan tampak pada pendidikan agama melalui madrasah, institusi agama, dan pesantren yang dikelola oleh Departemen Agama; sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar, sekolah menengah, kejurusan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional. Terdapat kesan yang sangat kuat bahwa pengembangan ilmu-ilmu kehidupan (iptek) dilakukan oleh Depdiknas dan dipandang sebagai tidak berhubungan dengan agama. Pembentukan karakter siswa yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan justru kurang tergarap secara serius. Agama ditempatkan sekadar salah satu aspek yang perannya sangat minimal, bukan menjadi landasan seluruh aspek.

Pendidikan yang sekular-materialistik ini memang bisa melahirkan orang yang menguasai sains-teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Akan tetapi, pendidikan semacam itu terbukti gagal membentuk kepribadian peserta didik dan penguasaan ilmu agama. Banyak lulusan pendidikan umum yang ‘buta agama’ dan rapuh kepribadiannya. Sebaliknya, mereka yang belajar di lingkungan pendidikan agama memang menguasai ilmu agama dan kepribadiannya pun bagus, tetapi buta dari segi sains dan teknologi. Sehingga, sektor-sektor modern diisi orang-orang awam. Sedang yang mengerti agama membuat dunianya sendiri, karena tidak mampu terjun ke sektor modern.

2.3  Penyesuaian Pendidikan Indonesia di Era Globalisasi
Dari beberapa takaran dan ukuran dunia pendidikan kita belum siap menghadapi globalisasi. Belum siap tidak berarti bangsa kita akan hanyut begitu saja dalam arus global tersebut. Kita harus menyadari bahwa Indonesia masih dalam masa transisi dan memiliki potensi yang sangat besar untuk memainkan peran dalam globalisasi khususnya pada konteks regional. Inilah salah satu tantangan dunia pendidikan kita yaitu menghasilkan SDM yang kompetitif dan tangguh. Kedua, dunia pendidikan kita menghadapi banyak kendala dan tantangan. Namun dari uraian di atas, kita optimis bahwa masih ada peluang.
Ketiga, alternatif yang ditawarkan di sini adalah penguatan fungsi keluarga dalam pendidikan anak dengan penekanan pada pendidikan informal sebagai bagian dari pendidikan formal anak di sekolah. Kesadaran yang tumbuh bahwa keluarga memainkan peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak akan membuat kita lebih hati-hati untuk tidak mudah melemparkan kesalahan dunia pendidikan nasional kepada otoritas dan sektor-sektor lain dalam masyarakat, karena mendidik itu ternyata tidak mudah dan harus lintas sektoral. Semakin besar kuantitas individu dan keluarga yang menyadari urgensi peranan keluarga ini, kemudian mereka membentuk jaringan yang lebih luas untuk membangun sinergi, maka semakin cepat tumbuhnya kesadaran kompetitif di tengah-tengah bangsa kita sehingga mampu bersaing di atas gelombang globalisasi ini.
Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning (pandangan), repositioning strategy (strategi) , dan leadership (kepemimpinan). Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk mencapai itu, tahun 2020 bukan tidak mungkin Indonesia juga bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan jaya sebagai pemenang dalam globalisasi.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia
Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer.
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah dunia pendidikan dalam bukunya “Masa Depan Sempurna” bahwa tibanya perusahaan pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan.
Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning (pandangan), repositioning strategy (strategi) , dan leadership (kepemimpinan). Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk mencapai itu
3.2 Saran
Penulis memberikan saran yang ditujukan untuk :
·                     Agar para orang tua memperhatikan kepentingan anaknya dalam hal pendidikan sehingga pendidikan berjalan dengan lancar
·                     Pemerintah harus menggarkan danan yang cukup untuk keperluan pendidikan dan menambah beasiswa bagi guru untuk training

DAFTAR PUSTAKA


Faizah, F. 2009.  Dampak Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan, (Online), (http://www.blogger.com/profile/14458280955885383127), diakses 18 Oktober 2011.
http://winniwidyaputri.wordpress.com/2013/02/26/contoh-karya-tulis-sederhana-pendidikan-karakter/
Januar, I. 2006. Globalisasi pendidikan dI indonesia, (Online),(www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos=mygroup&gid=340151), diakses 18 Oktober  2011.


Sumber : http://copasmakalah.blogspot.com/2013/09/contoh-makalah-karya-ilmiah-tentang.html

1 1. Apakah artikel di atas termasuk karya ilmiah, semi ilmiah atau tidak ilmiah?
       Jawab : Karya ilmiah
   2. Apakah artikel di atas termasuk kalimat induktif atau deduktif?
       Jawab : Kalimat deduktif
   3. Apakah artikel di atas menggunakan bahasa formal atau informal?
 Jawab : Bahasa formal
   4. Apakah artikel di atas termasuk kalimat efektif atau tidak?
       Jawab : Tidak
   5. Apakah artikal di atas menggunakan gaya bahasa?
       Jawab : Tidak

Etika Profesi Javier Dean. P 26117524 4KB05   Etika adalah ilmu tentang yang baik dan buruk, serta tentang hak dan kewajiban moral...