Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, di mana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.
Nah pada pembahasan kali ini adalah tentang Transistor sebagai saklar.
Salah satu fungsi transistor adalah sebagai saklar, saklar sendiri merupakan komponen mekanis yang dapat memutus atau mengalihkan arus listrik dalam sirkuit elektronik. Jadi, prinsip kerja Transistor mirip dengan saklar. Transistor sebagai saklar memiliki fungsi bila berada pada dua daerah kerjanya yaitu daerah jenuh (saturasi) dan daerah mati (cut-off).
1.
Keadaan
Saturasi
Daerah kerja transistor Saturasi adalah
keadaan dimana transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke
emitor sehingga transistor tersebut seolah-olah short pada hubungan kolektor –
emitor. Pada daerah ini transistor dikatakan menghantar maksimum (sambungan CE
terhubung maksimum).

Saturasi terjadi saat tegangan VCE = 0,
artinya tidak ada jatuh tegangan yang terjadi di VCE, atau dengan kata lain
kita dapat mengatakan IC mendapatkan hasil maksimumnya.
Untuk rangkaian seperti diatas dapat menemukan IC yaitu IC = VCC
/ (RC+RE).
2.
Keadaan Cut Off
CuttOff terjadi saat tidak ada arus IC yang mengalir atau
seluruh tengangan VCC jatuh di VCE.
Daerah cut off merupakan daerah kerja
transistor dimana keadaan transistor menyumbat pada hubungan kolektor – emitor.
Daerah cut off sering dinamakan sebagai daerah mati karena pada daerah kerja
ini transistor tidak dapat mengalirkan arus dari kolektor ke emitor. Pada
daerah cut off transistor dapat di analogikan sebagai saklar terbuka pada hubungan
kolektor – emitor.

Titik cut-off transistor adalah titik dimana
transistor tidak menghantarkan arus dari kolektro ke emitor, atau titik dimana
transistor dalam keadaan menyumbat. Pada titik ini tidak ada arus yang mengalir
dari kolektor ke emitor. Titik Cutoff didefinisikan juga sebagai keadaan dimana
IE = 0 dan IC = ICO, dan diketahui bahwa bias mundur VBE.sat = 0,1 V (0 V)
akan membuat transistor germanium (silikon) memasuki daerah cutoff. Titik
cut-off transistor ini dapat dianalogikan sebagai saklar dalam kondisi terbuka (Off).
Titik Cut-Off Transistor Adalah Transistor Dalam Kondisi Off
(Saklar Terbuka).
3.
Daerah Aktif Pada
Transistor
Pada daerah kerja ini transistor biasanya
digunakan sebagai penguat sinyal. Transistor dikatakan bekerja pada daerah
aktif karena transistor selelu mengalirkan arus dari kolektor ke emitor
walaupun tidak dalam proses penguatan sinyal, hal ini ditujukan untuk
menghasilkan sinyal keluaran yang tidak cacat. Daerah aktif terletak antara
daerah jenuh (saturasi) dan daerah mati (Cut off).
Kondisi aktif adalah dimana transistor
mengalirkan arus listrik dari kolektor ke emitor walau tidak dalam kondisi atau
proses penguatan sinyal, hal ini akan bisa kita lihat jika kita mengukur sinyal
yang keluar dari transistor tersebut tidak cacat bentuknya, misalnya berbentuk
sinyal sinus, kotak, segitiga dan lain-lain tanpa cacat. Kemudian kondisi jenuh
adalah dimana kondisi transistor ketika Vce = 0 volt sampai 0.7 volt, ini
untuk jenis transistor silikon. Daerah aktif terjadi bila sambungan emiter diberi
bias maju dan sambungan kolektor diberi bias balik. Pada daerah aktif arus
kolektor sebanding dengan arus basis. Penguatan sinyal masukan menjadi sinyal
keluaran terjadi pada daerah aktif.
Semua titik operasi antara titik sumbat dan
penjenuhan adalah daerah aktif dari transistor. Dalam daerah aktif, dioda
emiter dibias forward dan dioda kolektor dibias reverse. Perpotongan dari arus
basis dan garis beban adalah titik stationer (quiescent) Q seperti dalam
gambar. daerah kerja transistor yang normal adalah pada daerah aktif, dimana
arus IC konstan terhadap berapapun nilai Vce. Pada daerah aktif arus kolektor
sebanding dengan arus basis. Penguatan sinyal masukan menjadi sinyal keluaran
terjadi pada daerah aktif.
Sumber :
https://skemaku.com/fungsi-transistor-sebagai-saklar/
https://id.wikipedia.org/wiki/Transistor
https://allitteknik.blogspot.com/2017/04/prinsip-kerja-transistor-sebagaisaklar.html
https://elektronika-dasar.web.id/transistor-sebagai-saklar/
https://ariefhari.wordpress.com/2016/01/16/cara-kerja-transistor-cut-off-saturasi-aktif/
http://benbenquantum.blogspot.com/2012/11/saturasi-dan-cutoff-pada-transistor.html
Sumber :
https://skemaku.com/fungsi-transistor-sebagai-saklar/
https://id.wikipedia.org/wiki/Transistor
https://allitteknik.blogspot.com/2017/04/prinsip-kerja-transistor-sebagaisaklar.html
https://elektronika-dasar.web.id/transistor-sebagai-saklar/
https://ariefhari.wordpress.com/2016/01/16/cara-kerja-transistor-cut-off-saturasi-aktif/
http://benbenquantum.blogspot.com/2012/11/saturasi-dan-cutoff-pada-transistor.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar